Kompres Panas vs Dingin

Kompres Panas vs Dingin

Jumat, 25 Jan 2019
Kapan tepatnya menggunakan kompres dingin dan panas? Terkadang pemilihan dingin dan panas membingungkan saat nyeri muncul. Dengan memahami keuntungan dari setiap jenis terapi akan memudahkan pemilihan terapi dan mencapai pemulihan yang cepat.
  • Gunakan kompres dingin segera setelah cedera.
  • Hindari pemakaian kompres panas setelah cedera.
  • Hindari pemakaian kompres dingin pada otot /sendi yang kaku.
  • Gunakan kompress panas untuk melenturkan/merelaksasikan otot.

Secara umum, kompres dingin sebaiknya digunakan segera pada cedera pergelangan kaki, otot robek, memar/radang otot dan pada kondisi kelelahan otot, misal pada atlet. Terapi dingin akan mengurangi pembengkakan dan nyeri. Gunakan kompres dingin selama 3-5 hari setelah cedera.

Hindari pemakaian kompres dingin sebelum berlatih. Kompres dingin yang baik berisi gel sehingga dapat menyesuaikan bentuk tubuh yang mengalami cedera.

Kompres hangat cocok dipakai pada kondisi otot kaku untuk relaksasi. Sebelum berlatih kompres hangat dapat dipakai untuk meningkatkan kelenturan otot. Kasus yang cocok dengan kompres hangat adalah otot kaku, radang sendi karena degenerasi, kram otot karena menstruasi.

Pada kondisi tertentu perlu dikombinasikan pemakaian kompres dingin dan panas. Sekitar 3-5 hari setelah pemakaian kompres dingin pada cedera, dianjurkan untuk melanjutkan kompres hangat dan dingin secara bergantian. Hal ini akan mempercepat masa penyembuhan karena efek panas dan dingin yang seperti pompa akan melancarkan aliran darah dan memberikan nutrisi untuk area yang cedera.

Dapatkan Informasi Kesehatan Lainnya Hanya di Painfree Sehat!

Pertanyaan berikut sering timbul. Apa perbedaan perkapuran d...

Adanya Kebijakan Privasi ini adalah komitmen nyata dari Pain...

Semua penjelasan, deskripsi, gambar, dan informasi lainnya p...

Berdiri atau duduk tegak bukanlah sekedar etiket atau formal...

Kebiasaan (habit) yang buruk dalam aktivitas akan mengganggu...

Send Message