Sakit leher terjadi pada area leher dari atas bahu hingga bawah kepala. Juga bisa menyebar hingga ke lengan serta punggung bagian atas. Akibatnya, gerakan leher dan kepala menjadi terbatas dan aktivitas sehari-hari sulit dilakukan.

Banyak hal bisa menyebabkan terjadinya sakit leher, seperti posisi tidur yang salah, bekerja di depan komputer atau laptop terlalu lama, otot yang terkilir, dan postur leher yang salah akibat terlalu lama menunduk atau menengadah. Sebagian besar kasus disebabkan oleh aktivitas yang membuat leher menjadi tegang. Selain itu, sakit leher juga bisa disebabkan oleh cedera akibat kecelakaan/olahraga.

Gejala sakit leher ditandai dengan:
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Otot kaku atau tegang.
  • Nyeri yang bertambah jika kepala berada di satu posisi dalam waktu lama.
  • Rasa nyeri yang menyebar hingga ke tangan atau kaki.
  • Kepala sulit digerakkan.
  • Lengan terasa lemah, mati rasa, atau kesemutan.

Sakit Leher dan Cara Tepat Menanganinya

Pemicu Sakit Leher

Leher rentan mengalami cedera atau nyeri karena sifatnya yang lentur. Beberapa orang dapat bangun di pagi hari dengan kondisi leher terpelintir ke satu sisi dan tidak dapat digerakkan. Awam sering menyebut kondisi ini sebagai “salah bantal” dan secara medis disebut tortikolis akut, Hal ini disebabkan oleh cedera pada otot-otot leher dan gangguan pergerakan pada sendi leher.

Beberapa kondisi dapat memicu terjadinya sakit leher antara lain:

• Otot kaku

Terlalu lama menunduk, sering menggertakkan gigi, atau membaca di atas tempat tidur bisa menyebabkan otot leher menjadi kaku dan sakit.

• Saraf terjepit (HNP)

Terjadi ketika bantalan sendi atau diskus di antara ruas tulang belakang bagian leher menipis dan gel di dalamnya menonjol keluar mengenai saraf yang ada di dekatnya.

• Kerusakan sendi (osteoarthritis)

Kondisi ini berkembang seiring penuaan usia dan menyebabkan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di antara ruas tulang belakang menipis dan mengering sehingga memicu terbentuknya taji tulang/perkapuran. Perkapuran tersebut menyebabkan gangguan pergerakan sendi leher dan menimbukan nyeri dan kaku.

• Cedera

Cedera yang menyebabkan sakit leher bisa terjadi karena kecelakaan berkendara (whiplash injury), jatuh dari ketinggian, olahraga, atau pukulan yang secara langsung mengenai wajah, kepala bagian atas, atau kepala bagian belakang. Faktor-faktor tersebut membuat kepala terhentak secara mendadak ke satu arah dan merusak tendon atau ligamen leher.

Kondisi medis yang lain dapat berupa: Infeksi pada leher, Meningitis (radang selaput otak), Flu, penyakit rematik/Rheumatoid arthritis, Fibromialgia (penyebaran rasa sakit pada otot dan jaringan lunak), Kanker dan HIV.
Sakit Leher dan Cara Tepat Menanganinya

Penanganan Sakit Leher oleh Painfree Sehat

Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan oleh penderita sakit leher apabila:
  1. Nyeri tidak reda dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit biasa.
  2. Leher yang sakit atau kaku tidak membaik setelah beberapa hari.
  3. Sakit leher berulang di lokasi yang sama dan sering muncul dalam waktu yang dekat.



Beberapa tes lanjutan akan dilakukan untuk membantu menetapkan diagnosis sakit leher, di antaranya: Foto Rontgen, CT scan, dan MRI untuk melihat struktur tulang, otot dan saraf serta sendi, elektromiografi (EMG) untuk mengetahui fungsi saraf. Pemeriksaan darah berfungsi untuk mencari infeksi virus atau bakteri.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk meredakan sakit leher di rumah, di antaranya: kompres dingin (icepack), latihan peregangan, Jaga postur leher. Obat penahan sakit.

Terapi yang disarankan berupa Tulang Belakang, Otot dan Persendian. Tulang Belakang, Otot dan Persendian bekerja untuk memperbaiki gerak sendi dan mengembalikan ruas tulang pada tempatnya. Hal ini akan membantu mengurangi nyeri, membebaskan jepitan saraf dan menghilangkan iritasi saraf sehingga tubuh dapat mencetuskan proses penyembuhan alami. Fisioterapi sebagai penunjang diperlukan untuk melenturkan otot yang kaku sehingga ruang gerak sendi bertambah dan proses radang berhenti.

Spesialist Tulang Belakang, Otot dan Persendian Painfree Sehat memberikan jasa konsultasi dan terapi tulang belakang, otot dan persendian untuk penanganan sakit leher yang tepat oleh ahlinya.

Pencegahan Sakit Leher

Untuk mencegah terjadinya sakit leher ataupun mencegah berulangnya keluhan maka beberapa hal ini dapat dilakukan:
  1. Carilah posisi dan postur yang baik saat duduk, berdiri, maupun ketika tidur.
  2. Hindari memakai matras atau kasur yang terlalu lunak untuk menghindari posisi leher yang bengkok ketika tidur.
  3. Lakukan teknik relaksasi jika sering mengalami stres guna menghilangkan ketegangan pada leher.
  4. Gunakan bantal secukupnya agar kepala sejajar dengan tubuh.
  5. Sesuaikan tinggi meja, kursi, dan komputer agar layar monitor sejajar dengan mata.
  6. Lakukan peregangan secara teratur jika sering bekerja dalam posisi duduk, misalnya dengan menggerakkan bahu naik-turun. Gerakkan kepala ke samping, menunduk, dan menengadahkan kepala.
  7. Hindari menjepit telepon di antara telinga dan bahu saat menerima panggilan saat memakai telepon saat bekerja.
  8. Hindari posisi tidur tengkurap karena akan memberikan tekanan yang kuat pada leher.
Sakit Leher dan Cara Tepat Menanganinya

Sekitar 80% orang dewasa pernah sakit pinggang, baik pria maupun wanita. Nyeri pinggang dapat muncul dengan intensitas yang bervariasi, baik nyeri tumpul yang menetap hingga nyeri tajam yang mendadak. Penyakit ini bisa terjadi di sebelah kiri maupun kanan pinggang, nyeri dapat muncul sebentar, dan menghilang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun ada juga yang bersifat kronis dan hilang timbul karena penyebabnya tidak diperbaiki.

Sebagian besar sakit pinggang terjadi karena gangguan pergerakan dan pergeseran posisi struktur tulang belakang, otot, sendi dan serabut saraf.

Sakit pinggang dapat muncul secara tiba-tiba sebagai akibat dari kecelakaan atau mengangkat benda berat, atau perlahan-lahan seiring bertambahnya usia. Hal ini berhubungan dengan kepadatan tulang yang semakin menurun, elastisitas dan kekuatan otot yang berkurang, dan diskus intervertebralis yang menipis.

Pada beberapa kasus, sakit pinggang berhubungan dengan spondilosis atau perkapuran yang secara normal terjadi seiring karena bertambahnya usia. Gaya hidup (jarang bergerak) serta olahraga yang berlebihan dapat memicu nyeri pinggang, Beberapa penyebab nyeri pinggang adalah:

Cedera dapat terjadi saat olahraga, kecelakaan kendaraan bermotor, atau jatuh. Cedera dapat mengenai hampir semua struktur yang ada di pinggang sehingga menimbulkan gejala yang bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat.

Punya Keluhan Sakit Leher? Kunjungi Painfree Sehat untuk Mendapatkan Penanganan yang Tepat dari Ahlinya!


Artikel Pilihan Lainnya

Sakit Lutut dan Cara Pemulihannya
Sakit Lutut dan Cara Pemulihannya

Sendi lutut termasuk organ yang rentan mengalami kerusakan d...
Read More

Sakit Kepala Sebelah Hingga Leher
Sakit Kepala Sebelah Hingga Leher

Sakit kepala sebelah atau Migrain adalah sakit kepala yang t...
Read More

Vertigo dan Cara Pencegahannya
Vertigo dan Cara Pencegahannya

Vertigo bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala yan...
Read More

Macam-Macam Sakit Pinggang dan Penanganannya
Macam-Macam Sakit Pinggang dan Penanganannya

Sekitar 80% orang dewasa pernah sakit pinggang, baik pria ma...
Read More

Gejala Texting Thumb dan Cara Mengatasinya
Gejala Texting Thumb dan Cara Mengatasinya

Dikenal juga sebagai de’Quervain syndrome, merupakan suatu k...
Read More


We are the best Solution
for Your Problem